Friday, September 2, 2016

3 Jenis Batu Akik Dari Sulawesi Yang Paling Banyak Dicari

Sulawesi adalah salah satu wilayah kepulauan yang berada diantara Kalimantan dan Kepulauan Maluku . Batu akik dari Sulawesi menjadi salah satu yang terpopopuler dan banyak dicari oleh gemslover Indonesia . Jika anda adalah seorang kolektor batu atau anda adalah seorang pedagang batu akik , tentu informasi ini sangat bermanfat sekali . Karena informasi ini dapat anda gunakan sebagai referensi dalam mengoleksi dan untuk pedagang , informasi ini bermanfaat bagi anda dalam menjual batu akik seperti apa yang ber-potensi menguntungkan dan banyak dicari oleh para penggemar-nya .



Peta Pulau Sulawesi Via Google.co.id
Aneka Batu Akik Dari Sulawesi Terpopuler

Sebenarnya ada banyak jenis batu akik yang berasal dari Sulawesi . Seperti Lidah Buaya ( Greend Obsidian/Zamrud Sulawesi ) , Batu Ereka dari Sulawesi Tenggara , dan lain-lain . Namun kali ini kami hanya menjelaskan 3 jenis saja berdasarkan analisa kami melalui trend pencarian di Internet , berada pada deretan teratas yang paling banyak dicari . Adapun dari ketiga jenis tersebut tentu memiliki keunikan masing-masing . Baik itu dari segi keindahaan hingga mitos tentang khasiat-nya .
1. Batu Giok Bau Bau ( Sulawesi Tenggara )



Gambar Bongkahan Batu Giok Bau Bau Via Google.co.id

Batu Giok Bau Bau berada pada deretan pertama batu akik dari sulawesi yang paling banyak dicari oleh gemslover Indonesia . Sebelum trend batu akik mulai meroket pada akhir 2014 yang lalu , jenis ini sebelumnya sudah lama dikenal sebagai salah satu batuan indah dari Sulawesi . Keindahan yang paling utama terletak pada warna dan tingkat kekristalan-nya . Salah satu varian warna dari Giok Bau bau yang paling populer adalah yang berwarna hijau ( Green ) dan Putih Bening dan Susu . Karena keindahaan warnanya , membuat banyak gemslover yang mengincar batu ini .


Simak juga : Harga dan Khasiat Batu Giok Bau Bau

Selain memiliki warna Hijau dan Putih Bening atau Susu , ada juga warna lain yang bisa menjadi pilihan anda . Diantaranya adalah warna biru , pink ( merah muda ) , dan orange . Batu Giok Bau Bau mengandung Quartzite atau Kuarsit . Dan memiliki kekerasan antara 6 – 6.5 Skala Mohs .
2. Batu Giok Sojol ( Sulawesi Tengah )



Gambar Batu Giok Sojol Via Google.co.id

Batu akik sojol pantas masuk di deretan kedua batu akik dari Sulawesi terpopuler . Batu ini naik daun setelah banyak media yang meliput tentang khasiat batu sojol untuk stamina , kekuatan , dan kesehatan . Giok Sojol , sering juga disebut oleh masyarakat lokal sebagai Batu Hercules . Karena hanya membasuh tangan atau tubuh dengan air bekas rendaman dari Giok Sojol , akan membuat anda menjadi memiliki tenaga tambahan , bahkan bisa mengangkat ( ngangkut ) orang hanya dengan menggunakan dua jari telunjuk saja . Hal ini menjadi daya tarik sendiri tidak hanya oleh para gemslover lokal , melainkan juga gemslover dari seluruh Indonesia yang penasaran akan kabar tersebut .


Kadang batu ini disebut Idocrase Sojol Sulawesi , Nephrite Sulawesi , dan juga Giok Sulawesi , namun sampai artikel ini dituliskan , kami belum mendapatkan data yang akurat perihal kandungan mineral yang ada didalamnya . Jika anda mempunyai data tambahan perihal batu sojol , anda dapat mengirimkan datanya melalui contact yang ada pada bagian paling bawah halaman situs ini .
3. Batu Akik Sisik Naga ( Sulawesi Selatan )



Gambar Batu Akik Sisik Naga Sulawesi Selatan Via Google.co.id

Batu Akik Sisik Naga atau Septarian Nodules berada pada deretan ketiga batu akik dari sulawesi terpopuler . Jenis ini pertama kali ditemukan pada awal 2014 oleh seorang penambang di Kabupaten Enrekang , Sulawesi Selatan . Salah satu keunikan dari batuan ini terletak dari motif-nya yan terlihat bagaikan potongan-potongan puzzle dan sisik naga . Jenis ini mulai booming setelah salah satu media televisi swasta di Indonesia mengabarkan keunikan dari batuan tersebut .

Demikian beberapa ketiga jenis batu akik asal Sulawesi terpopuler di tahun 2015 ini . Informasi ini tentunya bisa bermanfaat bagi anda yang sedang menggeluti bisnis batu akik di luar Sulawesi . Untuk anda yang gemar mengleksi batu mulia , mungkin beberapa jenis batu akik yang sudah kami jelaskan diatas , bisa menjadi target operasi anda berikut-nya . Jadi , selamat berburu dan berbisnis batu akik .


Artis-V.blogspot.com

Thursday, September 1, 2016

Akik Baturaja Biru Digemari Artis, Pejabat, sampai Jenderal TNI




Putra Prima PerdanaZoem Putra Gading atau yang dikenal dengan nama 'Pangeran Biru' dari Baturaja. Zoem adalah orang yang pertama kali mempopulerkan batu akik jenis Calcedony biru atau yang dikenal dengan nama spiritus Baturaja. Batu akik ini tidak terdapat di tempat lain kecuali di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.


Setiap daerah di Indonesia memiliki varian batu akik lain yang cantik dan berkualitas. Salah satunya, Sumatera Selatan. Ada satu jenis batu akik yang saat ini tengah menjadi primadona. Batu tersebut bernama Baturaja Biru atau yang akrab disebut Spiritus Baturaja.

Sesuai nama panggilannya, batu akik jenis Calcedony ini memiliki ciri khas berwarna biru kristal dengan kekerasan mencapai 7 mohs. Untuk batu kualitas super dengan warna biru tua yang menyerupai warna cairan spiritus, batu dengan 'grade' paling tinggi dan memiliki harga paling tinggi pula.

Belum banyak orang yang bermain dalam bisnis batu akik jenis ini. Adalah Zoem Putra Gading, pria yang pertama kali mempopulerkan batu akik Spiritus Baturaja. Lantaran menjadi orang pertama dan yang paling banyak memiliki bongkahan batu biru ini, dia dikenal sebagai 'Pangeran Biru' dari Baturaja di kalangan para kolektor batu akik.

"Batu spiritus ini cuma ada di satu kecamatan, tepatnya di (Kecamatan) Lengkiti, Baturaja." ungkap Zoem di Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (18/3/2015).

Batu Spiritus Baturaja ini sebenarnya bukan jenis baru. Sejak tahun 60-an, batu akik ini sudah dikenal. Hanya saja, bahan batu ini tidak sebanyak batu akik lainnya yang bisa mencapai puluhan ton dalam satu bongkahan.

Dalam satu kali penggalian, paling besar batu akik ini mungkin hanya didapat sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dari sekepalan bongkah batu mentah hanya sedikit batu akik Spiritus Baturaja kualitas super yang bisa didapat. Faktor ini pula yang membuat batu akik biru ini menjadi mahal di pasaran.

"Karena bahannya sedikit dan langka. Ini yang membuat batu akik ini menjadi istimewa," tuturnya.

Zoem menuturkan, dirinya percaya bahwa warna biru dari batu akik ini mengeluarkan kewibaaan seseorang. Menurut pemilik galeri batu akik Gading Mas Gemstone ini, karena alasan itulah maka peminat batu akik ini kebanyakan berasal dari kalangan pejabat tinggi TNI, pejabat dan artis.

"Yang ngambil ke saya banyak TNI seperti jenderal, termasuk Dandim Baturaja sekarang. Kalau artis saya sering dikunjungi sama Narji, dia juga ambil ke saya, termasuk kemarin waktu pameran ambil di saya juga Charlie van Houten (ST12) sama Ki Daus," tambahnya.

Zoem mengungkapkan, untuk harga satu cincin batu Spiritus Baturaja dengan kualitas super berwarna biru tua, harga paling tertinggi yang pernah dijualnya melalui Gading Mas Gemstone mencapai Rp 150.000.000.

Harga spektakuler yang dibanderolnya bukan tanpa sebab. Seperti istilah langit di atas langit, warna biru tua dengan kepekatan seperti oli pada batu akik ini berada diatas kualitas super. Karena baru dia yang menemukan, warna biru pada batu ini sengaja diberi nama sesuai dengan namanya, biru Zoem.

"Warna biru kualitas super ini macam-macam. Ada biru Spiritus, biru langit, biru tinta dan biru blau," tuturnya.

Meski demikian, banyak pula batu Spiritus Baturaja kualitas super yang dijual di kisaran harga Rp 1 juta sampai Rp 10 juta. Itu pun kembali lagi kepada kualitasnya. Entah berapa banyak pameran yang diikutinya, dalam satu kali pameran, di Bandung contohnya, Zoem mengaku bisa memboyong seribu lebih koleksi cincin batu Spiritus Baturaja tersebut.

Sementara itu, dia mengaku memiliki lebih dari lima ton bongkahan batu Spiritus Baturaja ini di rumahnya. Maklum saja, barang tersebut banjir pesanan, sementara itu, pria yang mengawali karier sebagai pembuat bronjong batu dari Sumatera Selatan ini sempat menjadi satu-satunya 'pemain' sebelum batu ini menjadi tenar.

Dari bisnis ini, Zoem mengaku bukan hanya keuntungan materi yang didapatnya. Keuntungan sosial pun didapatnya. Sejak dia memberdayakan warga kecamatan Lengkiti untuk mencari batu jenis tersebut, kini perekonomian para warga ikut terbantu.

Foto foto Batu Spirtus :























Artis-V.blogspot.com

Wednesday, August 31, 2016

Potensi Kerusakan Lingkungan di Balik Gemerlap Batu Akik

Pemerintah menyadari adanya potensi kerusakan lingkungan akibat penambangan batu akik.


Pengunjung memilih batu akik yang saat ini sedang banyak digemari, di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Lebih dari 1.000 pedagang batu akik menawarkan dagangannya dengan kisaran harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Batu bacan yang berasal dari Ternate, saat ini banyak dicari para pecinta batuan tersebut.

Batu-batu berwarna merah, hijau, biru dan aneka warna lainnya menyilaukan mata di pasar Rawa Bening, Jakarta Timur.

Batu-batu akik tersebut berasal dari berbagai daerah Indonesia dan dijual dengan beragam harga mulai dari sepuluh ribu rupiah, hingga puluhan juta rupiah.

Umumnya masyarakat menjadikannya aksesoris perhiasan seperti cincin dan kalung.

Pesona batu akik memang seperti menyihir berbagai kalangan.

Salah satunya adalah Zainal yang baru menyukai batu akik beberapa bulan terakhir karena mengikuti tren saat ini.

Zainal mengunjungi Pasar Rawa Bening pertengahan Februari 2015 untuk menambah koleksi batu akiknya yang sudah ada tiga buah.

"Saya sih kurang-kurang ngerti mengenai batu akik yang penting bentuknya (saya) senang. Paling saya belinya yang murah-murah saja, kisaran 300-an ke bawah," kata Zainal.


Sejumlah pramuniaga melayani pembeli di salah satu kios di Pasar Jakarta Gems Center (JGC), Jatinegara, Jakarta. JGC yang merupakan tempat bersejarah dalam perkembangan Kota Jakarta, kini telah direnovasi menjadi pusat batu akik dan permata modern yang ramai dikunjungi wisatawan asing dan domestik.

Lain halnya dengan Arifin Azhari yang mengaku sudah lama mengoleksi batu akik. Arifin sore itu sedang membeli batu Bacan yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai batu akik paling diburu di Indonesia saat ini.

"Bacan mungkin empat, lima tahun yang lalu batu yang tidak dianggap oleh komunitas penggemar batu mulia di sini. Orang dulu lebih cenderung ke produk-produk impor seperti Blue Saphir. Nah, kita (di Indonesia) sekarang ini tumbuh, Bacan, terus kemudian Giok Aceh, Batu Garut, Kalimaya dan sebagainya," jelas Arifin.

Hal ini dibenarkan oleh Dado, seorang penjual batu akik. Dado sudah dua tahun terakhir berjualan batu akik di pasar Rawa Bening, Jakarta Timur karena banyaknya peminat batu tersebut.

"Tadinya saya bisnis aksesoris. Cuman semenjak permintaan batu akik meningkat, saya beralih ke batu akik," ucap Dado.

Artis-V.blogspot.com

Mengenal Batu Citrine (Kecubung Kuning)



Batu Citrine (atau Kecubung Kuning) adalah salah satu batu permata yang paling populer yang ada saat ini. Batu ini termasuk dalam golongan besar Quartz (SiO2). Lebih khusus lagi, batu ini adalah varietas Macrocrystalline Quartz yang berwarna kuning sampai kuning emas. Nama “Citrine” berasal dari bahasa Perancis “Citron” yang artinya “Lemon”, meskipun warnanya cenderung lebih keemasan daripada kuning lemon.

Batu Citrine alami sebenarnya cukup langka dan karena itulah menjadi lebih mahal daripada kebanyakan varietas Quartz lainnya. Citrine yang ada saat kebanyakan berasal dari proses pemanasan atau treatment Heated (batu dipanaskan pada suhu yang tinggi untuk meningkatkan warna dan kejelasannya. Treatment ini biasanya dilakukan pada batu mulia jenis Sapphire, Ruby, Tanzanite,Apatite dan Zircon biru) untuk mendapatkan warna emas yang menarik. Hampir semua Citrine yang dipanaskan akan menunjukkan nada warna kemerahan. Citrine sangat berkaitan erat dengan batu Kecubung (Amethyst), varietas lain dari Macrocrystalline Quartz. Satu-satunya perbedaan antara Citrine dan Amethyst adalah tingkat oksidasi ion besi (Fe3) yang ada pada kristal Quartz tanpa warna. Ketika Quartz dipanaskan, jejak besi berkurang, sehingga melemahkan warna ungunya dan menjadi lebih emas atau oranye. Ametrine adalah kombinasi dua warna (Bicolor) alami dari keduanya, Citrine yang keemasan dan batu Kecubung (Amethyst) yang ungu, berada dalam satu spesimen.


Cara Mengidentifikasi dan Mengenali Batu Citrine (Kecubung Kuning):

Citrine dapat dengan mudah diidentifikasi melalui sifat Quartz-nya yang berbeda. Batu ini adalah salah satu dari beberapa batu permata yang secara alami memiliki warna kuning sampai keemasan. Batu permata berwarna serupa lainnya biasanya jauh lebih keras seperti batu Safir (Sapphire) dan batu Topaz, atau jauh lebih lunak seperti Sphalerite dan Sphene. Golden Beryl, Orthoclase, andTourmaline juga sering menyebabkan kebingungan karena kemiripannya dengan Citrine. Citrine alami memiliki warna emasnya yang menarik karena adanya unsur besi. Memiliki rumus kimia SiO2, dengan tingkat kepadatan 2,60 sampai 2,70, dan indeks bias 1,544 sampai 1,553, ciri ini bisa membantu membedakan batu Citrine dengan batu permata serupa lainnya.

Batu Citrine memiliki transparansi yang sangat baik. Spesimen yang terlihat bening ketika diamati dengan mata cukup umum dan mudah dijumpai, sehingga terkadang menjadikan alasan pembeli untuk mencari yang ada inklusinya sedikit. Batu Citrine memiliki kemilau seperti kaca ketika dipotong dan dipoles.

Saat ini, batu Citrine yang tidak melalui proses treatment semakin langka. Kebanyakan batu Citrine yang ada saat ini adalah berasal dari batu Kecubung (Amethyst) dan Smoky Quartz yang telah melalui proses treatment pemanasan atau Heated (batu dipanaskan pada suhu yang tinggi untuk meningkatkan warna dan tingkat kejelasannya). Treatment ini akan mengubah warnanya secara permanen dan stabil, dan biasanya dilakukan langsung dari lokasi tambang. Batu Citrine yang telah melalui proses treatment ini biasanya akan menunjukkan warna kemerahan.

Batu Citrine natural yang tidak berasal dari batu Kecubung (Amethyst) dan Smoky Quartz yang telah melalui proses treatment biasanya berwarna kuning pucat sampai keemasan dan sering disertai dengan nada kecoklatan. Warna yang lebih gelap biasanya berkisar dari oranye emas sampai coklat emas. Warna yang gelap biasanya lebih dicari daripada yang berwarna kuning-muda lemon.


Lokasi Penambangan Batu Citrine (Kecubung Kuning):

Meskipun deposit batu Citrine bisa ditemukan di seluruh dunia, Brazil adalah sumber yang paling terkenal. Sumber penting lainnya antara lain: Argentina, Bolivia, France, Madagascar, Myanmar (Burma), Namibia, Russia, Scotland, Spain, Uruguay, dan Zambia.
Penggunaannya Sebagai Perhiasan:

Batu Citrine sangat cocok untuk semua jenis desain perhiasan, termasuk cincin. Batu ini tergolong keras (dengan tingkat kekerasan 7 skala Mohs), tahan lama, dan awet digunakan pada perhiasan sehari-hari. Batu ini biasanya dipakai sebagai liontin atau cincin, tetapi juga dapat digunakan untuk kalung, pin, dan bros. Batu Citrine juga cukup populer untuk digunakan dalam manik-manik dan perhiasan model untaian. Batu ini adalah favorit bagi banyak penggemar perhiasan dan desainer karena tersedia dalam berbagai bentuk dan potongan. Batu Citrine merupakan salah satu batu permata berwarna emas yang paling populer di pasar saat ini dan harganya tidak terlalu mahal meskipun berukuran besar.

Perawatan Batu Citrine (Kecubung Kuning):

Meskipun batu Citrine tergolong keras dan awet, masih ada beberapa jenis batu permata lainnya mampu menggores batu ini, seperti batu Topaz, Spinel, batu Safir (Sapphire), dan Berlian (Diamond). Berhati-hatilah jangan memakai atau menyimpan batu ini saling berdekatan dengan batu permata lainnya, terutama ketika terlibat dalam kegiatan fisik yang berat seperti olahraga, atau ketika melakukan pekerjaan rumah tangga, untuk menghindari terjadinya gesekan. Batu Citrine bisa dibersihkan dengan menggunakan air hangat dan sabun ringan. Anda dapat mengusap batu ini menggunakan kain atau sikat yang lembut. Pastikan untuk membilas dengan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa residu sabun.

Seperti halnya batu permata berwarna lainnya, menggunakan pembersih berbahan kimia keras (seperti pemutih atau yang mengandung asam sulfat) sangat tidak dianjurkan. Pembersih ultrasonik biasanya masih dianggap aman untuk membersihkan batu Citrine, namun pembersih uap (Steam Cleaner) harus dihindari karena batu ini cukup sensitif terhadap panas. Hindari kontak yang terlalu lama dengan sinar matahari langsung atau kondisi suhu yang ekstrim. Ketika menyimpannya, bungkus dengan kain yang lembut dan letakkan di dalam kotak perhiasan yang berlapis kain untuk memberikan perlindungan ekstra.


Artis-V.blogspot.com

Profil Biodata Artis : Ida Ayu Kadek Devie - Citra Kirana - Chelsea Olivia Wijaya

Foto Kadek Devie



Biodata Kadek Devie
Nama Lengkap : Ida Ayu Kadek Devie
Nama akrab : Kadek Devie
Tempat/ tanggal lahir : Bandung, 7 November 1985
Agama : Hindu

Iklan

* Fuji Film
* Esia
* Easy Splash Cologne
* Fanbo (icon)


Sinetron

* Cinta 2020
* Indahnya Karunia-Mu
* Celana Bulu Jeans
* Aku Cemburu (2006)
* Jangan Berhenti Mencintaiku (2005)
* Senandung Masa Puber



FTV

* Cowok Gue Pendek Bener
* Cowok Gue Pendek Lagi
* Jadikan Aku Pacarmu
* Ku Kejar Cintaku ke Bandung
* Kalo Cinta Ngomong Dong!
* 3 Pelancong Cinta
* Pacar ke 17
* Manajemen Cinta 17
* Cinta Rasa Mocca
* Kawin Gantung
* Jadikan Aku Pacarmu
* Kamulah Cinta
* Hanna & Hilda High Heels
* Buat Gue Jatuh Cinta
* Cinta Tak Bersyarat
* Cinta Tanpa rekayasa
* Cinta Bikin Pusing
* Pacar Setengah Tiang
* Cinta Dikejar Jarum Jam
* Cinta Anak Petinju
* Bajaj Cinta Si Laura
* Pacar Bayaran




Foto Profil Biodata Citra Kirana Lengkap Agama Biografi

Citra Kirana adalah seorang aktris cantik yang lahir di bogor, pertama kali dia berakting dalam sinetron atau FTV yang berjudul Sinetron Nikita dan di FTV Janji Cinta.
Citra sendiri memulai karier setelahnya dia menjadi finalis dalam pemilihan Gadis Sampul pada tahun 2007 lalu. 



Biodata Citra Kirana Lengkap

Nama Lahir : Citra Kirana
Tempat Lahir : Bogor
Tanggal Lahir : 23 April 1994
Agama : Islam
Zodiak : Taurus
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 55 kg
Akun Twitter : @citraciki
Nama Orang Tua : Dasmir Makmur (ayah) dan Elmawita (ibu)
Nama Kakak : Fitri Agustina dan Ladya Christina
Pasangan : Andrew Andhika (mantan) dan Vino Permadi (mantan)

Koleksi Foto Citra Kirana Terbaru







Foto Dan Biodata Chelsea Olivia


Chelsea terlahir dengan nama Chelsea Olivia Wijaya pada tanggal 29 juli 1992 di kota bandar lampung dari pasangan Jacob Wijaya dan Yuliana Agustine. Chelsea sendiri masih mempunyai keturunan amerika serikat dari kakek dan juga tionghoa yaitu dari ayahnya sendiri. Dan yang lebih menariknya lagi Chelsea tamat dari bangku SMA saat masih berusia sangat muda yaitu pada usia 15 tahun, Padahal mayoritas atau kebanyakan untuk usia 15 tahun baru saja mau duduk di bangku SMA.



Biodata Chelsea Olivia

Nama Lahir : Chelsea Olivia Wijaya
Nama Populer : Chelsea Olivia
Tempat Lahir : Bandar Lampung
Tanggal Lahir : 29 juli 1992
Agama : Kristen Protestan
Nama ayah : Jacob Wijaya
Nama Ibu : Yuliana Agustine
Anak Ke : 3 dari 3 bersaudara
Hubungan : Glenn Alinskie
Tinggi Badan : 166 cm
Berat Badan : 47 Kg
Zodiak : Leo
Warna Favorit : Pink, Hijau
Makanan Favorite : Fried Chicken, Gurami Bakar

Adapun untuk Sinetron yang dibintangi oleh Chelsea salah satunya yaitu :
Chelsea sbg Chelsea (2008)
Cucu Menantu sbg Bulan (2008)
Melati untuk Marvel sbg Melati (2008)
Mawar Melati sbg Melati (2010)
Cinta Melody sbg Melody (2010)
Antara Cinta dan Dusta sbg Atikah (2011)
Cinta Sejati sbg Saffa (2011)
Segalanya Cinta sbg Salsa (2012)
Raja Dan Aku sbg Chelsea (2012)
Jangan Mau Mau sbg Bulan (2014)




Artis-V.blogspot.com

PERBEDAAN BATU BACAN DOKO, PALAMEA DAN OBI

Batu bacan doko dan palamea termasuk 2 jenis batuan Halmahera yang saat ini tengah naik daun dan sering menjadi perbincangan antara pengobi batu permata. Perburuan pun terus berlanjut, bahkan banyak pedagang yang merasa kewalahan atas tingginya permintaan batu dengan ciri khas warna hijau itu.

Keunikan batu bacan doko atau palamea menjadi alasan banyak kolektor dan penghobi tertarik untuk memiliki batu yang dianggap setara dengan giok itu. Salah satu keunikan yang paling menonjol karena kemampuan batu itu mengkristal secara alami meskipun sudah diangkat dari perut bumi vahkan setelah berupa perhiasan, sehingga banyak yang menyebut batu bacan sebagai batu permata bernyawa dan batu hidup

Batu itu sebenarnya terbagi menjadi 3 janis yaitu Bacan Obi, Doko Dan Bacan Palamea. Ketiga jenis batu tersebut ditemukan dari wilayah yang sama yaitu Maluku Utara. Mekipun ketiganya berasal dari wilayah yang sama namun memiliki karakteristik berbeda satu sama lain, sehingga hanya 2 jenis saja yaang paling terkenal dipasaran.


Cara Membedakan Batu Bacan Doko dan Palamea
Untuk membedakan ke 3 jenis batu itu cukup mudah dan juga bisa dibedakan secara kasat mata terutama warna karena ketihganya memiliki warna yang berbeda.

Bacan Doko

Batu ini banyak ditemukan di Desa Doko Pulau Kasiruta, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Maluku Utara sehingga batu yang dianggap bernyawa tersebut menggunakan nama sesuai ditemukannya.

Bacan Doko memiliki warna hujau bening dan hijau tua agak gelap dan pedagang banyak menyebutnya dengan hijau cincau, tapi jika disenter akan keluar hijau cerah dan termasuk warna yang paling disukai dan digemari banyak kolektor . Bacan doko cincau biasanya lebih cepat mengalami perubahan warna dibandingkan jenis palamea dan berkisar antara 3 hingga 4 bulan warna sudah mulai berubah hijau dari warna sebelumnya yang agak gelap. Semakin cerah warna yang dimiliki maka harganya pun akan semakin mahal.

Bacan Palamea

Jenis batu bacan palamea ditemukan di Desa Palamea Kecamatan Bacan Barat Halmahera, ciri warna pada jenis bacan ini hijau kebiruan. Proses kristalisasi menjadi bening dipercaya lebih lambat dibandingkan dengan jenis doko. Namun kedua jenis batu tersebut sama-sama mejadi burun banyak kolektor dan pencinta permata.

Bacan Obi

Jenis batu ini dikenal dengan sebutan batu obi, ditemukan di pulau Obi Maluku Utara dan memiliki karakteristik berbeda dengan bacan doko atau palamea yang bisa berubah warna sedangkan batu obi tidak bisa berubah warna meskipun disimpan dalam waktu lama. Namun demikian obi juga termasuk jenis batu asal Halmahera yang juga menjadi incaran banyak kolektor lokal maupun manca negara.

Artis-V.blogspot.com

Tuesday, August 30, 2016

Ini Penyebab Harga Batu Akik Mulai Turun

Penjual menata cincin di Pasar Grosir Batu Akik Nusantara, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Jumat (7/8/2015). 

Meskipun tren harga batu akik menurun, penjual mengaku bisnis ini masih bertahan karena peminat dan kebutuhan akan batu akik akan terus ada.

Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado, Joubert Maramis, mengungkap alasan turunnya minat serta harga pada batu akik.

Menurut Joubert, popularitas batu akik menurun lantaran batu tersebut bukan barang mulia, seperti emas dan sejenisnya. Oleh karena itu, jika digunakan untuk investasi, batu akik dianggap rawan. Namun, jika batu akik dimanfaatkan sebagai hobi, maka hal tersebut sah-sah saja.

"Selain itu, sifat product life cycle batu akik juga mirip produkfashion yang mengikuti tren," kata Joubert, dikutip Tribun Manado, Kamis (20/8/2015).

Jika tren itu meningkat, maka permintaan cepat naik. Harganya pun menjadi ikut naik karena permintaan yang cukup banyak.

Namun, karena kemudian sudah banyak batu akik yang beredar, kondisi tersebut membuat batu jenis perhiasan ini turun drastis, seperti yang terjadi pada saat ini.

Selain itu, batu akik juga dinilai terlalu cepat booming. Dengan demikian, batu akik cepat masuk tahap maturity atau kedewasaan dalam siklus tren, dan setelah itu pasti menurun.

"Banyak yang beli batu akik untuk sekadar gaya-gayaan, dan tidak mau disebut ketinggalan zaman," tuturnya.

Ini yang memicu permintaan tinggi beberapa waktu lalu, kemudian harganya jatuh.

Di samping itu, penjual batu akik pun relatif banyak. Mudah dapat tetapi sulit jual, inilah yang membuat harga batu akik menurun seperti sekarang ini.

Artis-V.blogspot.com