Thursday, November 17, 2016

Cincin Batu Akik / Agate

Cincin Batu Akik / Agate - Menurut sejarah, manusia telah mengenakan batu akik sejak

15000 tahun yang lalu, baik sebagai aksesoris untuk keindahan maupun untuk mendapatkan

manfaat dari pancaran energi didalamnya. Batu akik banyak digunakan untuk menguatkan aura

tubuh pemakainya serta untuk mendatangkan banyak keajaiban.

Energi yang dimiliki oleh batu akik dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah

kesehatan. Secara metafisik, batu ini juga memberikan pengaruh yang positif terhadap

kemampuan dalam berkomunikasi. Vibrasinya mampu menyingkirkan blok energi dalam tubuh

pemakainya dan menangkis energi negatif.



Kegunaan Dan Manfaat Batu Akik

Beberapa manfaat dan kegunaan batu akik antara lain:

Cincin Batu Akik / Agate

1. Percintaan

- Memancarkan pesona asmara, dan kasih sayang walaupun pemakainya memiliki wajah

tidak tampan.

- Memberikan rasa tentram bagi rekan kerja, pacar, istri maupun teman pemakai batu akik

mustika ini.

- Memunculkan aura dimana kita disayangi orang-orang disekeliling kita.

2. Kewibawaan

- Memberikan dan memancarkan energi kharismatik, selain membuat Anda terlihat

menyenangkan juga membuat Anda dihormati dalam keseharian.

- Menimbulkan rasa percaya diri dihadapan khalayak, pimpinan maupun anak buah

dikantor.

3. Penaklukkan

- Dalam berkomunikasi atau negosiasi dapat membuat lawan bicara sangat percaya,

kagum, dan tertegun dengan apa yang diucapkan.

- Bagi orang yang diajak berkomunikasi akan dengan mengikuti saran yang kita sampaikan.

4. Kesehatan

- Membantu mengurangi keluhan pada mata.

- Membantu penyembuhan penyakit ginjal, perut, dan memperkuat daya tahan tubuh.

- Membantu menyehatkan atau memperlancar peredaran darah.

- Membantu menyembuhkan penyakit Insomnia (susah tidur) dan mendatangkan mimpi

indah.

- Memberi kontribusi bagi keseimbangan tubuh.

5. Keselamatan

- Menghindarkan pemakai dari ancaman bahaya serta dapat mendatangkan hoki.

- Menghilangkan ketakutan dan menambah konsentrasi.

- Memberikan ketenangan dan meningkatkan keberanian.

Cara Menggunakan Batu Akik

Batu Akik cukup Anda bawa sesering mungkin, disimpan dalam dompet atau tas Anda. Anda

juga dapat menjadikan batu ini sebagai mata perhiasan, seperti cincin, liontin, kalung, ataupun

anting-anting. Intinya adalah sesering mungkin anda bersama dengan Batu Akik. Ketika Anda

dekat dengan Batu Akik, maka getaran atau energi positifnya akan terpancar dan bermanfaat

bagi Aura Anda.

Cara Merawat Batu Akik

Untuk perawatan, bersihkan Batu Akik ini dengan air sabun dan sikat secara halus

menggunakan sikat gigi. Jangan dipanaskan. Untuk penyimpanan, cukup diletakkan di tempat

yang dingin dan gelap. Energi yang terkandung dalam Batu Akik sudah dikunci sehingga tidak

akan lepas. Selain itu, Batu Akik ini juga bisa menyerap energi metafisika secara otomatis dari

alam. Dengan demikian, energinya selalu penuh dan insya Allah tidak akan pudar.


Artis-V.blogspot.com

Wednesday, November 16, 2016

Ledakan Batu Akik

Koleksi batu akik






Belakangan batu akik tiba-tiba jadi primadona. Harga

jual dari pertambangan rakyat melonjak 500 persen. Di sentra penjualan batu

akik terbesar se-Asia Tenggara, Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur,

pedagang meraup untung hingga 400 persen dibandingkan tahun

sebelumnya.

Suara desing mesin gerinda terdengar sepanjang hari di sudut Kota Aceh.

Suara itu berasal dari ratusan batu alam yang sedang dipotong atau diasah di

rumah-rumah warga.

Demikian gambaran ledakan batu akik di "Negeri Serambi Mekkah".

Penggemar batu akik seperti idocrase dan giok terus tumbuh. Hampir di

semua pusat pertokoan, pasar tradisional, dan modern ada tempat

pengasahan dan penjualan batu alam.

Geriap batu akik juga terdengar di Kota Martapura, Kabupaten Banjar,

Kalimantan Selatan. Di sini akik bahkan sempat mendunia karena penemuan

intan di Pendulangan Cempaka, Sungai Tiung, Desa Pumpung, Cempaka,

pada 1965. Meski menghasilkan akik sejak 1960-an, batu-batu mulia baru

digandrungi sekitar dua tahun terakhir.

Sebelumnya, batu akik dari pendulangan tradisional Cempaka tidak mampu

mengimbangi kebesaran intan trisakti yang tersohor hingga ke luar negeri.

Banyak jenis batu alam dari pendulangan intan tradisional, antara lain

kecubung, fosil, amparan, badar besi, pirit, kelulut, dan merah borneo.

Oleh para perajin, bongkahan batu dibelah-belah dan digosok dengan cara

tradisional sehingga menghasilkan batu-batu yang indah dengan beragam

corak. "Petambang mendapatkan bongkahan batu itu paling tidak di

kedalaman 20 meter," kata Muhammad Aini (45), perajin perhiasan dan batu

permata di Desa Pumpung, Cempaka, Kota Banjarbaru.




Selain batu aceh dan batu martapura, jenis batu akik yang sedang naik daun

adalah batu bacan dari Pulau Bacan, Maluku Utara. Konon, bacan menjadi

primadona karena dipakai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan

Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Batu bacan terdiri dari dua jenis, yakni bacan doko dan bacan palamea.

Bacan doko umumnya berwarna hijau tua dan bacan palamea berwarna

kebiruan. Nama doko dan palamea merupakan nama desa di Pulau Bacan

tempat diambilnya batu-batu itu.

Harga melambung

Harga jual batu akik sangat bergantung pada warna, tingkat kejernihan,

ukuran, dan kekerasan batu. Batu bacan dengan berat 5 gram dijual Rp 3

juta-Rp 5 juta per butir. Fadly Sabban, warga Ambon, bahkan bisa menjual

batu bacan seberat 20 gram dengan harga Rp 30 juta-Rp 50 juta per butir.

Batu bacan kini menjadi batu termahal yang dilirik oleh pasar Taiwan hingga

Jepang.

Ketua Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh Nasrul Sufi mendata

jumlah penggemar batu akik terus meningkat. Pada 2011, penggemar batu

akik hanya sekitar 30 orang dan kini 50.000 orang. Harga batu aceh pun

melonjak drastis dibandingkan tahun lalu.

Pengusaha batu akik, Muhammad Syukur (33), menuturkan, setahun lalu

harga bahan mentah idocrase kualitas super dari petambangnya berkisar Rp

400.000 per kilogram. Kini harganya bisa Rp 100 juta-an per kg. GaPBA Aceh

mencatat, pebisnis batu akik melonjak hingga 15.000 orang di seluruh Aceh.

Fenomena batu akik terjadi ketika warga menemukan bahan mentah batu

alam jenis idocrase di Betung, Kabupaten Nagan Raya, pada 2013. Idocrase

kemudian menang dalam Indonesian Gemstones Competition and Exhibition

2013 dan 2014 di Jakarta.

Melihat ledakan permintaan, GaPBA Aceh membangun Sentra Kerajinan Batu

Alam Aceh di Ulee Lheue, Banda Aceh, pada November 2014 dengan

perputaran uang mencapai Rp 250 juta per hari. "Keuntungan yang didapat

para pebisnis itu 20-30 persen per hari dari semua perputaran uang tersebut,"

ujar Nasrul.

Geliat batu akik juga kentara di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, yang

dihuni 1.400 pedagang akik. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pedagang

Pasar Rawa Bening Tanwir Lubis menyebut kenaikan omzet hingga 400

persen dibandingkan tahun lalu. Omzet pedagang grosiran kecil, seperti Kios

Batavia, mencapai Rp 20 juta per hari.

"Tren batu akik meledak lagi karena munculnya batu alam Indonesia. Batu

bacan, bengkulu, aceh, dan lampung. Dulu orang enggak perhatian. Saya

keliling seluruh daerah dan memang setiap daerah ada potensi batu akik,"

kata Tanwir.

Fenomena sesaat

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Mukhlis

Yunus, mencermati ledakan batu aceh ini sebagai fenomena sesaat layaknya

fenomena ikan louhan, tanaman anthurium, bunga euphorbia, beberapa tahun

lalu di Indonesia. "Hanya saja, karena benda mati, fenomena batu alam

kemungkinan bisa bertahan cukup lama," katanya.

Mukhlis mengimbau, masyarakat bersikap wajar dalam menyikapi ledakan

batu akik. Sebab, hingga kini, batu akik belum memiliki standar harga di

pasaran. Selain itu, batu tersebut belum memiliki sertifikasi yang bisa

menjaga harga dan keasliannya.

Kondisi itu bisa memicu perubahan yang tidak bisa diprediksi, yakni bisa terus

melonjak ataupun jatuh secara tiba-tiba. "Untuk itu, batu alam belum bisa

menjadi investasi jangka panjang seperti emas," tuturnya.

Demi keaslian batu akik, pemilik Laboratorium Tasbih Scientific Gemological

Laboratory di Pasar Rawa Bening, Yani Abdul Majid, mengimbau pencinta

batu akik untuk membuat sertifikasi batu. Setiap hari, Tasbih Gems Lab

mengeluarkan 20-30 sertifikasi batu yang antara lain berisi tentang asal-usul

batu. "Kalau bingung tentang keaslian batu, saya biasanya akan e-mail guru

ahli batu di India serta London," katanya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Aceh Muhammad Nur menilai,

musim batu aceh turut mengancam kelestarian alam di lokasi sumber bahan

batu, seperti di Nagan Raya dan Aceh Tengah.

"Situasi itu bisa memicu masyarakat melakukan penambangan secara masif

tanpa memikirkan dampak buruk terhadap lingkungan," ujarnya. Apalagi

merujuk data GaPBA Aceh, ada sekitar 1.000 pencari batu dalam sehari di

Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Ledakan batu akik yang terbentuk dari aktivitas magma ini memang

menggiurkan. Harga yang melambung tinggi membuat orang terlena. Boleh

saja jatuh cinta pada kecantikan akik, asal tidak kecanduan lalu menyesal

kemudian.



Artis-V.blogspot.com

Tuesday, November 15, 2016

Batu Mulia : Defenisi Dan Penyebarannya

Batu mulia adalah jenis batu permata yang berasal dari campuran mineral alam.

Batuan jenis ini memiliki komposisi kandungan kimia yang berbeda-beda. Oleh

sebab itu kandungan yang berada di dalamnya mempengaruhi struktur kristal

batuan tersebut. Sehingga berdampak pada kepadatan masing–masing batu.

Seiring berkembangnya jaman, cincin–cincin bermata batu akik yang sudah ada

sejak dulu kini memasuki masa keemasannya. Masa ini menjadikan cincin batu

akik menjadi fenomena tersendiri. Lantas fenomena itu tidak hanya digandrungi

oleh kalangan usia tua saja, tetapi juga merambah pada kalangan usia muda yang

kini tidak malu atau canggung memamerkan salah satu aksesoris jari tersebut.

Beberapa tahun lalu hanya segelintir orang atau beberapa kalangan saja yang

gemar menggunakan batu cincin. Kegemaran itu juga terkadang didasari oleh

kelenik atau kepercayaan terhadap kekuatan–kekuatan magis yang tidak masuk

akal. Namun seiring berjalannya waktu kepercayaan–kepercayaan tersebut mulai

bergeser dan mengarah ke arah fashion. Dimana saat ini para pengguna batu

cincin lebih mementingkan penampilan mereka dibanding kepercayaan terhadap

kelenik. Hingga pertengahan tahun 2014 peminat pengguna batu cincin meningkat

tajam. Mulai dari kalangan dewasa sampai remaja berumur belasan tahun.



Fenomena ini secara kasat mata dapat kita lihat dari maraknya pedagang batu

cincin yang menggelar dagangannya di halaman pertokoan sampai persimpangan

jalan. Selain itu di sudut sudut jalan sering terlihat ketika orang berbincang ada

pembahasan mengenai batu cincin.

Demam batu cincin juga merambah ke Provinsi Lampung. Banyak pedagang batu

cincin membuka kios di pinggiran jalan. Bahkan di kota Bandar Lampung sebagai

ibu kota provinsi Lampung terdapat beberapa pusat penjualan batu cincin, salah

satunya adalah komplek pertokoan Pasar Tengah. Banyak penjualan batu cincin

menggelar dagangannya di depan–depan toko yang berada di Pasar Tengah.

Untuk berbelanja batu cincin kita harus pintar–pintar menawar, karena apabila

tidak akan tertipu dengan harga yang sangat mahal ditawarkan oleh pedagang batu

cincin. Aneka macam batu mulia ditawarkan mulai dari blue safir, ruby, bacan,

sungai dareh dan bungur. Harga yang ditawarkan juga beraneka ragam mulai dari

harga Rp. 20.000 sampai puluhan juta rupiah.

Di Pasar Tengah kota Bandar Lampung yang merupakan salah satu pusat

penjualan batu cincin terdapat kurang lebih 53 pedagang sekaligus pengrajin batu

akik. Dari 53 pedagang dan pengrajin ini diketahui pendapatan selama satu bulan

tidak menentu, karena terkadang terdapat pedagang yang mampu menjual batu

mulia dengan harga yang cukup mahal hingga jutaan rupiah. Namun terkadang

ada pedagang yang hanya mampu menjual dengan harga yang tidak terlalu besar.


Di berbagai belahan dunia tidak semua tempat mengandung batu mulia. Seperti

halnya Indonesia hanya beberapa tempat saja yang mengandung batu mulia,

contohnya adalah di Lampung. Batu mulia yang terdapat di Lampung berupa batu

jenis cempaka dan anggur yang cantik. Kemudian di Kalimantan terdapat

kecubung dan intan. Serta di Banten yang merupakan penghasil kalimaya.

Permata yang paling digemari adalah yang berkristal. Contoh batuan yang

berkristal adalah zamrud, ruby, berlian dan safir serta batu mulia jenis anggur

seperti biru langit, bungur dan kecubung yang berasal dari tanjung bintang. Oleh

karena itu daerah yang saat ini diburu oleh banyak kolektor batu mulia akibat

kualitas kristalnya ialah Lampung.

Dari seorang konsumen yang akan membeli atau mengenakan suatu produk

tentunya akan mencapai sebuah titik untuk mengambil keputusan membeli atau

tidak produk tersebut. Dalam sebuah pengambilan keputusan pembelian ini

terdapat proses–proses yang mampu mempengaruhi hal tersebut. Menurut Kotler

(2000) konsumen dalam melakukan keputusan pembelian ada lima tahapan yaitu

pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan

pembelian dan perilaku pasca pembelian. Kemudian Hawkins et al. (1992) dan


engel et al. (1990) mengungkapkan bahwa proses pengambilan keputusan pada

konsumen bermula dari pengenalan masalah yang dipecahkan dengan pembelian

produk. Dalam hal ini konsumen mencari informasi tentang produk tertentu,

kemudian mengevaluasi seberapa baik masing–masing alternatif memecahkan

masalahnya. Evaluasi produk tersebut akan mengarahkan pada keputusan

pembelian.

Salah satu hal pokok yang dapat mempengaruhi konsumen batu cincin untuk

memakai batu tersebut adalah atribut produknya. Atribut produk adalah

karakteristik yang membedakan suatu produk dari produk lain (Henley et al.

2010). Kemudian menurut Fandy (2008) atribut produk adalah unsur produk yang

dianggap penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh

konsumen. Sebagai salah satu bagian atribut produk, warna merupakan hal dasar

yang dilihat oleh seorang konsumen dalam memilih produk tersebut. Warna dapat

menjadi titik ukur suatu barang akan di beli atau tidak. Seorang konsumen jika

ingin membeli sebuah produk batu cincin tidak hanya warna yang menjadi dasar

pertimbangan untuk mengambil keputusan tetapi juga bentuk batu, ukuran batu,

motif atau corak batu dan dari daerah mana batu tersebut diperoleh. Daerah asal

batu menjadi tolak ukur pengambilan keputusan pembelian karena pertimbangan

unsur–unsur kandungan kimia yang terdapat di daerah tersebut. Hal ini didukung

oleh penelitian yang dilakukan oleh Suswardi pada tahun 2012 dengan judul

penelitian Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda

Motor Suzuki Satria FU (Studi Khusus Pada Daeler Suzuki Sanggar Mas Jaya

Karawang) hasilnya menunjukkan atribut produk berpengaruh secara signifikan

terhadap keputusan pembelian pada konsumen.


Kemudian reference group menurut Peter dan Olson (2010: 336) refrense group

atau kelompok referensi merupakan sekelompok orang yang dijadikan dasar

pembanding atau titik referensi dalam membentuk tanggapan kognisi dan afeksi

serta menyatakan perilaku seseorang. Kelompok referensi memberikan standar

(norma) dan nilai yang menjadi perspektif penentu seseorang berfikir atau

bertindak. Didukung oleh penelitian yang dilakukan Fatharani pada tahun 2009

dengan judul penelitian Pengaruh Gaya Hidup (Lifestyle), Harga (Price) dan

Kelompok Referensi (Reference Group) Terhadap Keputusan Pembelian Telepon

Seluler Blackberry (Studi Pada Mahasiswa Program S1 Angkatan 2009 FISIP

Universitas Diponegoro) diketahui bahwa ternyata reference group secara parsial

berpengaruh 50,8% terhadap keputusan pembelian.

Fatharani juga mengungkapkan bahwa gaya hidup (Lifestyle) secara parsial

berpengaruh sebesar 40,6% terhadap keputusan pembelian. Menurut Sumarwan

(2011: 45) mengatakan bahwa gaya hidup menggambarkan perilaku seseorang

tentang bagaimana dia hidup, menggunakan uang dan memanfaatkan waktu yang

dimiliki dalam aktivitas, minat dan opininya.



Atis-V.blogspot.com

Monday, November 14, 2016

3 Batu Akik yang Dipercaya Mengandung Kekuatan Magis



Jakarta Sebagai bagian dari alam, manusia seperti makhluk hidup - makhluk hidup lain memanfaatkan apa yang tersedia di alam. Mulai dari kebutuhan primer seperti makan dan minum hingga keinginan untuk mempercantik diri, manusia mengolah sumber daya alam di sekitarnya.

Salah satu benda alam yang dikenakan oleh manusia untuk membuat dirinya terlihat indah adalah batu-batu. Dalam banyak kebudayaan, batu-batu itu juga punya dimensi selain dari estetika.

Salah satu pendekatan lain pada penggunaan batu-batu itu adalah pendekatan magis. Meski ilmu pengetahuan sudah berkembang jauh, ternyata masih banyak orang yang lekat dengan hal-hal non-ilmiah, termasuk perihal batu-batu ini.

Di Indonesia sendiri banyak orang yang percaya bahwa batu akik memiliki kekuatan-keuatan magis. Berikut ini adalah 3 jenis batu akik yang oleh sebagian masyarakat Indonesia dipercaya mengandung kekuatan magis, seperti dijelaskan oleh Dono, seorang konsumen, penjual, dan pemerhati batu akik pada Rabu (24/9/2014).


Batu Tapak Jalak

Batu Akik Tapak Jalak adalah batu yang secara alami memiliki motif garis silang. Karena motifnya menyerupai tanda tapak kaki burung Jalak, batu ini disebut sebagai batu tapak jalak. Batu tapak jalak dipercaya oleh sebagian orang dapat memberi kewibawaan dan keselamatan. Batu ini diyakini beberapa orang dapat menangkal santet, teluh, dan lainnya.




Batu Junjung Drajat

Motif batu Akik Junjung Drajat ini berbentuk garis bersiku. Dipercaya sebagian orang bahwa batu junjung drajat ini memiliki khasiat untuk meningkatkan derajat kewibawaan, derajat perekonomian, dan derajat status sosial.





Batu Pancawarna

Akik Pancawarna adalah batu akik dengan corak berwarna-warni. Kepercayaan sebagian orang menyebut bahwa batu ini membuat penggunanya memancarkan kharisma dan melindungi penggunanya dari kejahatan.






Artis-V.blogspot.com

Saturday, November 12, 2016

Batu Blue Opal Sukabumi Batu Safir nya Indonesia





Batu Blue Opal merupakan salah satu jenis batu agate yang memiliki warna dari biru muda sampai biru tua (mirip blue shappire),namun ada juga yang berwarna keunguan (mirip purple shappire). Jika anda kesulitan menemukan batu Blue Safir dari luar negeri,anda bisa memakai yang Blue Opal Sukabumi ini sebagai penggantinya karena penampakannya mirip hehe,namun dalam tingkat kekerasannya sangat berbeda.

Blue Opal ini ditemukan di daerah selatan Jawa Barat, tepatnya di Kampung Jampang Tengah, Sukabumi sehingga dinamai orang Blue Opal Sukabumi, warga setempat sendiri menyebutnya “Safir” karena karakteristik batu yang mengandung kristal mineral dari silicon dioxide (SiO2) dengan penguatan sedimentasi material vulkanik mirip Blue safir yang sudah terkenal itu

Blue Opal Sukabumi ini memilki tingkat kekerasan 4 – 6,7 dalam skala mohs, dan berberat jenis berkisar 1,96-2,17 gr/cm3. Indek refraksi berkisar 1,44 – 1,46 maka batu opal biru memiliki sifat mudah retak serta warnanya bisa memudar jika sering terkena cahaya matahari langsung. Kristal batu ini transparan (tembus jika kena sinar), namun ada juga yang tidak tembus (opaque). Karena sifatnya mudah retak oleh sebab itu, anda harus berhati- hati dalam menjaga dan merawat ini.

Batu Blue Opal sendiri memiliki beberapa corak, seperti serat emas atau polos berwarna biru. jenis batu ini ditemukan di sekitar sungai sehingga memiliki tingkat kekerasan yang rendah antara 4-5 skala mohs seperti yang disebutkan diatas.

Berbeda dengan Black Opal, Batu Blue Opal tidak sepopuler Black Opal sehingga harganya masih sangat terjangkau, berkisar mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Namun batu ini termasuk yang langka.Selain itu batu akik blue opal ini juga memiliki warna yang sangat menawan. Berbeda dengan batu opal biasa, batu akik opal biru ini memiliki dominan warna biru terang sampai biru kehitaman.

Mang Okim yang seorang ahli geologi lapangan adalah orang yang mempublikasikan batu ini yang ditemukan sekitar tahun 1990-an.Dimana saat itu dia melihat retakan pada batuan vulkanik yang memiliki mineral berwarna biru selebar 40 cm dan sepanjang 40 meter tanpa putus.

Sekedar untuk diketahui bahwa Batu opal biru ini pernah menjadi gambar perangko Republik Indonesia pada tahun 1999 seri 2000 edisi ke-3 sehingga membuat para kolektor batu akik meliriknya.

Berikut ini foto-foto batu akik blue opal yang diambil dari berbagai sumber:





Artis-V.blogspot.com

Friday, November 11, 2016

Batu Combong yang Berlubang Diyakini Punya Kekuatan Mistik




Gorontalo Fenomena baru combong atau batu berlubang saat ini tengah menjadi perbincangan kolektor batu mulia di Gorontalo. Betapa tidak, batu tersebut dipercaya oleh sejumlah kalangan memiliki kekuatan mistik, yakni untuk menambah daya tarik kaum pria terhadap lawan jenisnya.

Menurut Awan, salah seorang pengrajin batu dari Wall Stone, fenomena batu combong bukan hanya dimiliki oleh batu tertentu namun semua batu yang memiliki lubang alami di tengah batu. Awan juga mengaku, jika batu combong dipercaya memiliki kekuatan mistis, selayaknya batu junjung derajat.

“Ciri ciri batu combong ya batu yang punya lubang atau rongga di tengah batu, umumnya ini digunakan oleh kaum pria” ujar Awan yang ditemui Liputan6.com pada Senin (18/05/2014). “Kalau untuk harga sih tergantung peminatnya,nggak ada patokan harga,” lanjut Awan sambil tersenyum.

Dari informasi yang diperoleh dari sejumlah kolektor batu, batu combong umumnya bukan hanya digunakan sebagai mata cincin tapi juga liontin. Gelang pun kini mulai menggunakan batu combong.

Artis-V.blogspot.com

Thursday, November 10, 2016

Heboh Bongkahan Batu Kristal Ditemukan di Sleman

Heboh Bongkahan Batu Kristal Ditemukan di Sleman — Juanto dan Sayono tak bisa berkata-kata. Kakak beradik warga Desa Nawung, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, DIY ini hanya tertegun saat menemukan sebongkah batu. Bukan batu biasa yang mereka temukan. Mereka terperangah setelah membelah batu yang memiliki rongga dan menyerupai kristal berwarna putih dengan nuansa ungu di dalamnya.



Batu Kristal Seberat 350kg Ditemukan di Sleman

“Saya dan kakak saya hanya diam saja selama beberapa menit setelah tahu isi dalam batu besar itu,” jelas Juanto, Rabu (3/6/2015). Juanto menceritakan sabtu (30/5/2015) ia tengah mencari rumput di dusun pangkah, gambirsawit, prambanan yang kira-kira berada satu kilometer dari arah rumahnya.

“Malam sebelumnya saya bermimpi diarahkan mencari rumput di sungai dimana batu itu berada, akhirnya saya memutuskan untuk pergi kesana,” terangnya. Ketika menyusuri sungai di area persawahan, matanya tertuju pada seekor burung yang hinggap di atas pohon dimana di bawahnya tertanam sebongkah batu. Batu tersebut hanya menyembul sebagian, sedangkan bagian besar lainnya tertanam di dalam tanah.

Merasa tertarik dengan batu itu, ia lantas pulang ke rumah dan melaporkan temuannya itu ke kakaknya yang bernama Sayono. Sehari setelahnya, yakni Minggu (31/5/2015) pagi, mereka berdua lantas bersama-sama ke sungai dimana batu itu berada dengan membawa linggis.

Bersama-sama mereka mengeruk tanah yang berada di sekeliling batu hingga batu terlihat semakin besar. Karena batu itu terlalu besar, mereka lantas berinisiatif untuk membelah batu tersebut. “Ada celah kecil, lalu saya linggis tiga kali di area itu kemudian saya congkel,” jelasnya.

Begitu batu tersebut terbelah, mereka berdua hanya duduk terdiam saat melihat di dalamnya terdapat semacam kristal berwarna putih keunguan.



Penampakan Setelah dibelah, Batu Kristal Berwarna Ungu Lavender

Setelah tersadar mereka lantas kembali ke rumah untuk memanggil kerabat mereka. Karena batu tersebut terlalu besar dan berat mereka lantas kembali ke lokasi dengan menggunakan mobil jenis minibus.

“Kami harus menggotong berempat sejauh 150 meter ke mobil. Batu itu sangat berat, sekitar 350 kilogram,” jelasnya. Proses panggalian hingga pengangkatan berlangsung hingga empat jam karena besarnya batu. Temuan batu tersebut lantas disimpan mereka di rumah dan menghebohkan warga sekitar yang penasaran.

Artis-V.blogspot.com